Metode penelitianya adalah mencampurkan 30 gram limbah Styrofoam dengan 70 ml Toluen. Lem Lateks pekat yang terbentuk bersifat tidak stabil atau cepat mengalami penggumpalan. Agar lateks tersebut tidak menggumpal maka dilakukan proses emulsi dengan menambahkan emulsifier ABS (Alkil Benzena Sulfonat) yang merupakan senyawa aktif. Gas CFC ini banyak digunakan pada produksi instalasi AC (Air Conditioner), kulkas, parfume, hair spray, serta pembuatan kemasan makanan minuman yakni styrofoam. Styrofoam merupakan bahan plastik yang memiliki kerapatan rendah, bobot ringan, dan terdapat ruang antar butiran yang berisi udara yang tidak dapat menghantar panas. Lem lateks dibuat dari styrofoam dengan cara menambahkan toluene dan surfaktan (sodium lauryl sulfat /SLS) atau dengan penambahan bensin pada stryrofoam. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan ini adalah masyarakat dapat memahami dan dapat mampu membuat lem lateks. Untuk proyek seni dan prakarya yang sederhana, cara termudah untuk merekatkan styrofoam biasanya dengan menggunakan lem putih yang biasa digunakan di sekoah (seperti, Elmer's, dll.) Lem dasar ini bekerja dengan baik untuk beragam proyek, terutama untuk merekatkan styrofoam pada kertas karton, karton kardus, dan kayu. .

cara membuat lem dari styrofoam